Resensi: Pro Evolution Soccer (PES) 2016


Pro Evolution Soccer (PES) 2016
video game

Tanggal rilis awal  :  15 September 2015
Penerbit  :  Konami
Seri  :  Pro Evolution Soccer
Platform  :  PlayStation 4, PlayStation 3, Xbox One, Xbox 360, Microsoft Windows
Genre  :  Sports
Mode  :  Single-player, multiplayer





Electonic Entertainment Expo (E3) jadi panggung perkenalan Pro Evolution Soccer (PES) 2016. Bahkan Konami sudah percaya diri mengumumkan waktu peluncurannya, termasuk penampakannya yang seakan membawa penggemar kembali ke masa-masa kejayaan PES.
PES yang dulunya memakai nama Winning Eleven sudah memasuki usia ke-20, sejak pertama kali dirilis pada tahun 1995 lalu. Seakan ingin membawa penggemar kembali ke masa-masa kejayaan PES dulu, Konami juga kembali menggunakan lagu tema ciptaan Queen, "We Will Rock You".
Beberapa waktu lalu, salah satu petinggi Konami pernah mengatakan akan kembali membawa keseruan PES ke seri terbarunya. Telah terbukti di PES 2016 ini dengan adanya banyak perubahan seperti keeper ID yaitu keeper memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain, cuaca yang dapat berubah saat berlangsungnya pertandingan, import gambar untuk mengedit emblem sesuai keinginan pemain, animasi yang telah dikemas sedemikian rupa menjadi tiga kali lebih halus dari animasi PES sebelumnya, dan juga engine yang telah diupgrade.
.

Teknologi Animasi Pada Pembuatan Pro Evolution Soccer (PES) 2016

Game yang dirilis oleh perusahan KONAMI tersebut merupakan game sepakbola yang sangat digemari oleh kalangan remaja maupun dewasa sekarang ini. Pesaing game sepakbola ini adalah game sepakbola buatan EA, yaitu FIFA 2016. Game ini sama-sama memberikan efek visual, grafis, dan gameplay yang sangat nyata, mulai dari lapangan, penonton, wajah pemain, hingga cuaca saat pertandingan di dalam lapangan. Hal tersebut tak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin canggih. Bagaimana tidak, wajah pemain sepakbola yang sejatinya adalah nyata dapat divisualisasikan dalam bentuk video game yang juga terlihat nyata. Sebagai contoh untuk perbandingan, disini ada sebuah gambar yang menunjukan wajah asli pemain sepakbola pada Real Life dan wajah yang di visualisasikan dalam video game.







Bisa dilihat gambar diatas, sangat mirip wajah yang nyata dengan yang divisualisasikan. PES 2016 menggunakan teknologi 3D Face Scan untuk membuatnya, teknologi ini dinamakan Fox Engine. 



Apa itu Fox Engine?

Fox Engine merupakan sebuah mesin 3D Face Scan yang digunakan untuk membuat visualisasi 3D pada video game, engine ini diluncurkan oleh Kojima.
Engine ini memungkinkan Kojima Productions untuk mengembangkan game multiplatform dengan waktu yang secara signifikan dapat mempersingkat pengembangan dan telah menggambarkan langkah pertama pengembangan dalam menjauhi bentuk pengembangan platform tunggal. Engine ini dinamai FOX, sebuah unit militer fiksi dari seri Metal Gear, dimana juga merupakan refleksi dari Kojima Productions itu sendiri, dan berdasarkan logo perusahaan pada FOX, yaitu logo rubah.

Bagaimana prosesnya?

Proses pembuatannya diawali dengan pengambilan foto, kemudian di lanjutkan dengan editing 3D FACE menggunakan fox engine editor. 






Tanpa menghilangkan gameplay yang menarik dari PES versi sebelumnya, konami resmi menambahkan fitur baru dalam PES 2016 selain bentuk wajah yang kelihatan seperti asli, fitur tersebut adalah Dynamic Weather System yang memungkinkan untuk mengubah cuaca pada saat pertandingan berlangsung. PES 2016 memberikan tantangan baru dengan Rain Weather (hujan) saat pertandingan berlangsung, hal ini memungkin pemain terpeleset saat berusaha merebut bola dari pemain lawan.
Hal lain yang dihadirkan pada PES 2016 adalah sistem baru yang bernama advanced collision system. Sistem ini akan memperhitungkan bagaimana pemain berinteraksi, sehingga menghasilkan efek physics dan animasi yang menawan. Cutscene ketika pemain memasuki stadion maupun yang berdurasi pendek yang disisipkan di tengah-tengah pertandingan terlihat luar biasa. Secara gameplay, Anda akan melihat gerakan yang sangat halus, natural, dan realistis dari para pemain ketika menggiring bola, beradu fisik/berebut bola dengan lawan, melakukan tackle, serta interaksi dengan bola yang lebih dinamis. Variasi gerakan pemain juga semakin banyak, termasuk untuk penjaga gawang. Versi terbaru PES ini juga memberikan gamer kemudahan kontrol saat pemain di udara (ketika melompat). Menggunakan stick kiri untuk bertarung dengan lawan agar mendapat posisi terbaik untuk melakukan header atau tendangan volley yang lebih bertenaga.
Dribbling dan passing menjadi lebih responsif, khususnya jika menggunakan pemain yang memang hebat dalam dua hal tersebut. Ini akan semakin membantu gamer untuk mengendalikan setiap pemain. Kontrol yang mudah dan cepat dipahami oleh gamer tetap dipertahankan oleh Konami. Di PS4, Anda cukup menahan tombol X ketika bertahan untuk membuat bek Anda mendekati lawan dan kemudian secara otomatis melakukan tackle ringan dan merebut bola.
Namun, PES 2016 juga memiliki kelemahan seperti; gerakan lincah yang sebelumnya diandalkan penggemar—kini menjadi kaku karena tampak lebih realistis, controller yang masih sulit digunakan, dan juga, untuk menggunakannya membutuhkan PC dengan spesifikasi tinggi.

Berikut adalah beberapa screenshot dari gameplay PES 2016:







Dan berikut cuplikannya:








Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Fox_Engine
http://www.hardcoregamer.com/2015/06/17/e3-2015-pro-evolution-soccer-2016-brings-the-heat-to-win-back-fans/154953/
http://www.musicgamenews.com/pes-2016-vs-real-life-comparison/
https://www.facebook.com/metalgameplay/posts/954027284681012:0


Anggota Kelompok:


  1. Ariska Widyawati
  2. Jian Andhara Putri
  3. Muhammad Fakhrizal Akbar
  4. Nabila Amalina Ramadhani
  5. Shanti Dyah Pusparani

Kelas: 3KA43




0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © Nabila Ramadhani Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur