Augmented Reality






Video games telah menghibur kita selama hampir 30 tahun—dimulai saat Pong dirilis sebagai permainan arcade pada awal tahun 70an. Grafis komputer sudah lebih mewah setelahnya, dan kini, para peneliti dan insinyur sedang merealisasikan grafis yang biasa muncul pada layar televisi dan komputer, ke dalam dunia nyata. Teknologi baru ini dinamakan Augmented Reality. Sebuah teknologi yang dapat menyamarkan garis pemisah antara dunia nyata dengan komputer dengan menambahkan apa yang kita lihat, dengar,  dan rasakan melalui panca indera.
Augmented Reality menambahkan grafis, suara, dan sentuhan ke dalam dunia yang benar-benar ada. Baik Video games maupun telepon selular, keduanya dapat mengembangkan Augmented Reality. Semua orang, mulai dari turis, tentara, sampai orang yang sedang mencari stasiun terdekat, kini bisa mendapatkan keuntungan dari kemampuan yang dihasilkan grafis komputer ke dalam lingkungan yang dapat mereka lihat langsung.
Augmented Reality akan mengubah sudut pandang kita terhadap dunia, atau setidaknya, sudut pandang user terhadap dunia. Dengan display yang dihasilkan Augmented Reality, yang nantinya akan terlihat seperti kacamata normal, grafis informasi akan muncul pada lingkungan nyata, dan audio-nya akan berbunyi secara bertepatan dengan apa yang Anda lihat. Peningkatan ini akan berlangsung secara bertahap hingga akhirnya dapat merefleksikan gerakan kepala Anda.


Beberapa kegunaan dari Augmented Reality:

  • Tampilan navigasi terpasang di depan kaca mobil.
  • Bimbingan tampilan visual dan audio untuk tugas-tugas yang kompleks.
  •  Gambar bangunan sejarah terintegrasi dengan lingkungan yang sebenarnya.
  •  Pemasaran handphone yang melibatkan informasi produk ditampilkan pada produk itu sendiri atau pada lokasinya.
  •  Video games dengan unsur-unsur digital dicampur dengan lingkungan yang sebenarnya dari pengguna.
  • Dapat mencoba pakaian melalui webcam saat sedang belanja online.
  • Menampilkan informasi tentang tempat wisata dengan cara menunjukkan handphone ke sekitar.
  •  dll...



Perangkat Augmented Reality


Head Mounted Display
Terdapat dua tipe utama perangkat Head-Mounted Display (HMD) yang digunakan dalam aplikasi realitas tertambah, yaitu opaque HMD dan see-through HMD. Keduanya digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan dan memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing.

Opaque Head-Mounted Display
Ketika digunakan di atas satu mata, pengguna harus mengintegrasikan padangan dunia nyata yang diamati melalui mata yang tidak tertutup dengan pencitraan grafis yang diproyeksikan kepada mata yang satunya. Namun, ketika digunakan menutupi kedua mata, pengguna mempersepsikan dunia nyata melalui rekaman yang ditangkap oleh kamera. Sebuah komputer kemudian menggabungkan rekaman atas dunia nyata tersebut dengan pencitraan grafis untuk menciptakan realitas tertambah yang didasarkan pada rekaman.

See-Through Head-Mounted Display
Tidak seperti penggunaan opaque HMD, see-through HMD menyerap cahaya dari lingkungan luar, sehingga memungkinkan pengguna untuk secara langsung mengamati dunia nyata dengan mata. Selain itu, sebuah sistem cermin yang diletakaan di depan mana pengguna memantulkan cahaya dari pencitraan grafis yang dihasilkan komputer. Pencitraan yang dihasilkan merupakan gabungan optis dari pandangan atas dunia nyata dengan pencitraan grafis.

Virtual Retinal Display
Virtual retinal displays (VRD), atau disebut juga dengan retinal scanning display (RSD), memproyeksikan cahaya langsung kepada retina mata pengguna. Tergantung pada intensitas cahaya yang dikeluarkan, VRD dapat menampilkan proyeksi gambar yang penuh dan juga tembus pandang, sehingga pengguna dapat menggabungkan realitas nyata dengan gambar yang diproyeksikan melalui sistem penglihatannya. VRD dapat menampilkan jarak pandang yang lebih luas daripada HMD dengan gambar beresolusi tinggi. Keuntungan lain VRD adalah konstruksinya yang kecil dan ringan. Namun, VRD yang ada kini masih merupakan prototipe yang masih terdapat dalam tahap perkembangan, sehingga masih belum dapat menggantikan HMD yang masih dominan digunakan dalam bidang realitas tertambah.

Tampilan Berbasis Layar
Apabila gambar rekaman digunakan untuk menangkap keadaan dunia nyata, keadaan realitas tertambah dapat diamati menggunakan opaque HMD atau sistem berbasis layar. Sistem berbasis layar dapat memproyeksikan gambar kepada pengguna menggunakan tabung sinar katode atau dengan layar proyeksi. Dengan keduanya, gambar stereoskopis dapat dihasilkan dengan mengamati pandangan mata kiri dan kanan secara bergiliran melalui sistem yang menutup pandang mata kiri selagi gambar mata kanan ditampilkan, dan sebaliknya.
Tampilan berbasis layar ini juga telah diaplikasikan kepada perangkat genggam. Pada perangkat-perangkat genggam ini terdapat tampilan layar LCD dan kamera. Perangkat genggam ini berfungsi seperti jendela atau kaca pembesar yang menambahkan benda-benda maya pada tampilan lingkungan nyata yang ditangkap kamera.





Referensi:


0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © Nabila Ramadhani Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur