R2-D2

0 comments



Para penggemar Star Wars pasti sudah tidak asing lagi dengan R2-D2.

Yap. R2-D2 (dibaca Artoo Detoo, atau hanya Artoo) adalah salah satu karakter fiksi dalam film Star Wars karya George Lucas yang berwujud astromech droid. R2-D2 merupakan salah satu dari empat karakter yang hanya muncul dalam keenam film Star Wars, di samping karakter lain seperti Anakin Skywalker, Obi-Wan Kenobi, dan rekan droid R2-D2 yang bernama C-3PO.



Ide Penciptaan Karakter


George Lucas & R2D2, 1975.

George Lucas menciptakan karakter ini karena terinspirasi dengan film Akira Kurosawa di tahun 1958 yang berjudul The Hidden Fortress, terutama pada dua karakter Tahei dan Matashichi. Lucas juga mendapatkan penggambaran karakter ini dari Huey, Dewey, dan Louie, tiga robot dari film karya Douglas Trumbulls di tahun 1972 yang berjudul Silent Running.

Tahei & Matashichi.


Nama R2-D2 tercetus sewaktu Lucas membuat film pertamanya: American Graffiti. Walter Murch, yang bertugas sebagai sound editor, dikatakan bahwa dia bertanggung jawab atas ucapan yang memicu nama untuk droid ini. Dulu, Murch sering menyebut ‘Reel 2, Dialog Track 2’ atau yang disingkat ‘R-2-D-2’, sehingga membuat Lucas tertarik dengan ‘nama’ tersebut, dan menjadikan itu sebagai nama salah satu karakter ciptaannya. 



Deskripsi

R2-D2 merupakan droid mungil dengan tinggi 0.96 meter, atau kurang dari 3 kaki 2 inchi. Dia berguling dengan dua kaki (atau tiga jika ada yang menarik ‘kaki’ ketiganya) dan memiliki kubah kepala berwarna perak dan biru. Tubuhnya berwarna putih, biru dan perak, yang difituri banyak senjata, sensor, serta aparatus lainnya, yang tidak dapat dilihat oleh tipikal mata manusia. Dan hal ini membuat R2-D2 tampak seperti 'box of tricks', yang tanpa diduga dapat menarik keluar beberapa perangkat yang dibutuhkan pada saat-saat kritis.

            Selain memiliki banyak gadget khusus, R2-D2 juga bisa mengambil inisiatif dan dapat berpikir secara outside the box, juga dijadikan sebuah sarana untuk membantu teman-temannya. Hal ini mungkin karena—sejauh ini—dia tidak pernah menjalani penghapusan memori, sehingga dapat meningkatkan kapasitasnya untuk berpikir kreatif.



Fitur-fitur


R2-D2 features.


Brooks Propulsion rocket booster
Cable gun
Oil injector
Claw arm
Fusion cutter
Holoprojector / Recorder
Internal comlink
Periscope
Electric pike
Propeller
Hidden lightsaber compartment with ejector
Fire extinguisher / Smoke Screen
Small Saw
Air Cannon
Crashmat
Lariat
Submarine Mode
Collapsible Umbrella
R2parts CVD
R2-D2: expanded view
Flea Remover
Distracter
Headdress Detangler
Droid Deactivator
Computer Interface Arm
Charge Arm (electric shock)
Life-form Scanner
Breakdance Mode
Polarity sink
Water pump/hose
Inflatable mattress
Media copy / storage disc drive
Jukebox
Small red "tongue" ribbon
"Confetti-creation device"
Lubricant Application Arm
Motorized, all-terrain treads
Power recharge coupler



Dalam Film dan Karya Lain

Selain muncul di trilogi original dan trilogi prequel film Star Wars, R2-D2 adalah karakter yang pertama kali dikonfirmasi akan muncul di sequel-nya yaitu Star Wars: The Force Awakens.

R2-D2 juga muncul di dalam ‘universe’ yang diperluas, seperti;

-Star Wars: Droids, yaitu serie animasi yang settingnya dibuat sebelum R2 dan C-3PO bergabung dengan Luke Skywalker.

-Dalam variasi lain novel Star Wars dan komik, duo droid ini memainkan peran kecil yang signifikan. Pada novel Star Wars yang berjudul The Swarm War, R2-D2 secara tidak sengaja menolong Luke dan Leia mengatasi warisan mereka, ketika kesalahan elektronik memperlihatkan sebuah gambar Anakin saat dia ketakutan akan kehilangan Padmé. (Ups, maap spoiler :p )

-Dalam isu #12 dari Star Wars: Legacy, R2-D2 diprediksi akan bertahan hidup hingga 88 tahun setelah penampilan terakhirnya, dan telah diupgrade ke teknologi terbaru. Pada series ini, R2 menjadi anggota dari keluarga Skywalker yang lain, yakni Cade.

-R2-D2 juga muncul pada film animasi Star Wars: The Clone Wars yang diluncurkan pada tahun 2008.


Dan ternyata, R2-D2 juga menjadi cameo dalam film lain seperti Star Trek dan Star Trek Into Darkness.





Sifat/Kepribadian

"For a mechanic, you seem to do an excessive amount of thinking."
―C-3PO, to R2-D2



R2-D2, yang mungkin karena sejauh ini memorinya tidak pernah dihapus atau diprogram ulang, memiliki kepribadian yang lebih dari droid lainnya, hingga Anakin Skywalker lebih menganggapnya sebagai teman daripada sebagai droid. R2 sangat loyal dan berani, dan meskipun dia tidak diciptakan untuk pertempuran, namun dia tidak takut untuk melawan ketika situasi menuntut hal itu.

Ketika ikut pertempuran, maka R2 akan berinisiatif melawan dengan menggunakan fitur mekanis yang dimilkinya sebagai senjata. Misalnya, dia menggunakan minyak untuk membutakan lawan-lawannya, atau membuat mereka tergelincir, atau membuat mereka terkejut, mengikat mereka dengan kabel, atau dengan mudahnya menampar mereka.



Referensi:







Arctic Monkeys

0 comments
Profil
Arctic Monkeys merupakan band Indie rock asal Inggris, band ini juga dikenal dengan nama The Death Ramps. Dibentuk tahun 2002 di High Green, distrik Sheffield, Inggris. Arctic Monkeys beranggotakan Alex Turner (Vocal, Lead Guitar), Jamie Cook (Guitar), Nick O'Malley (Bass), dan Matt Helders (Drum). Anggota band sebelumnya Andy Nicholson (Bass) dan Glyn Jones (Vocal).

Arctic Monkeys heads.jpg
kiri atas: Nick O'Malley.
kanan atas: Jamie Cook.
kiri bawah: Ale
x Turner.
kanan bawah: Matt Helders.

Gaya Musik

Band ini terkenal selalu berganti genre pada setiap albumnya,hal ini memang sudah biasa di musik Inggris. Alex Turner berkata bahwa album Whatever People Say I Am, That's What I'm Not dan Favourite Worst Nightmare adalah Garage Rock dan Post-punk revival.
Pada album pertama, Alex berkata "Album ini sedikit bergenre 'kebebasan' dalam hal musik". Contohnya "Dancing Shoes" yang bermakna "Ketika seorang manusia yang mendapatkan sesuatu yang nikmat dan bagus, tapi enggan memberitahu ke orang lain".
Pada Favourite Worst Nightmare lagu "Fluorescent Adolescent" dan "Do Me A Favour" ingin Alex samakan temanya dalam lyric lagu tersebut. Lagu itu bermakna nostalgia,pertumbuhan remaja pada zaman tersebut, dan pertemanan serta permusuhan.
Pada album Humbug Josh Homme ingin suara yang bertemakan padang pasir, kebebasan, dan perjalanan. Bisa di contohkan pada lagu "Crying Lightning" , "Pretty Visitors" ,dan "Dance Little Liar",dan memberi abstrak lebih tebal dalam sebuah musik.
Album terakhir mereka Suck It And See dapat dikatakan sebagai perpaduan album Humbug dan masa kini di daerah padang pasir. Kering,namun keras untuk di nikmati oleh penggemarnya. Lagu cinta lebih banyak di album ini di bandingkan album lama.


Albums

Whatever People Say I Am, That's What I'm Not (2006)


Band selesai merekam album debut mereka Whatever People Say I Am, That's What I'm Not di Chapels Studios di Lincolnshire pada bulan September 2005 dengan Jim Abbiss sebagai produsernya. Whatever People Say I Am, That's What I'm Not menjadi album pertama penjualan tercepat dalam sejarah Inggris dengan penjualan 363,735 copy pada minggu pertama. memecahkan rekor sebelumnya dari 306,631 copy dipegang oleh Popstars oleh Hear'Say, dan terjual lebih kopi pada hari pertama. Cover album yang di modeli Chris McClure, seorang teman mereka yang sedang memegang rokok. 
Album itu dirilis sebulan kemudian di Amerika Serikat dan dimasukkan di No. 24 pada di tangga album Billboard setelah itu dijual 34.000 unit di minggu pertama, sehingga kedua menjual tercepat untuk album debut indie rock di Amerika. Pada Juni 2006, band ini melaksanakan tur Amerika Utara menerima pujian kritis di setiap konsernya. Sementara itu, majalah NME Inggris menyatakan album perdana "5 Inggris album terbesar sepanjang masa". Mereka juga setara dengan The Strokes dan Oasis di 2006 NME Awards, memenangkan tiga penghargaan yakni Best British Band , Best New Band , dan Best Track untuk I Bet You Look Good On the Dancefloor.

Arctic Monkeys tidak membuang waktu dalam rekaman materi baru, dan merilis lima-lagu EP pada 24 April 2006, Who the f**k Are Arctic Monkeys?, hanya tiga bulan setelah album debut memecahkan rekor mereka telah dikritik oleh beberapa kalangan, para kritikus menilai band ini akan sukses di masa depan.

Setelah merilis EP di Inggris, band mengumumkan bahwa Andy Nicholson akan tidak ambil bagian dalam tur band di Amerika Utara akan datang karena cedera pergelangan tangan dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari band, dan akan membuat proyeknya sendiri. Dalam sebuah pernyataan pada website resmi mereka, band mengatakan: "Kami sangat sedih untuk memberitahu semua orang bahwa Andy tidak lagi dengan band". juga menegaskan bahwa Nick O'Malley, mantan bassis The Dodgems disusun pada sebagai bassis sementara untuk tur Amerika Utara. Tak lama setelah itu, Nick O'Malley dikukuhkan sebagai pengganti resmi Andy Nicholson.

Arctic Monkeys merilis single pertama tanpa Andy yakni Leave Before the Light Come On yang dirilis pada tanggal 14 Agustus 2006. Memuncak pada nomor 4 di UK, dan menjadi single pertama band ini yang tidak menyentuh chart no.1 Band ini di tampilkan di Leeds Festival ketika Nicholson bertemu dengan teman-teman mantan band nya dan bassist penggantian nya, O'Malley. Hanya asli anggota band, Nicholson, hadir pada upacara penghargaan Whatever People Say I Am, That's What I'm Not dan memenangkannya di Mercury Prize 2006.



Favourite Worst Nightmare (2007)


Album kedua band, Favourite Worst Nightmare dirilis pada 23 April 2007, seminggu setelah merilis single "Brianstorm" . Seperti pendahulunya, album ini langsung memuncaki no.1 di UK Album Chart Inggris. Turner menggambarkan lagu di album "sangat berbeda dari sebelumnya", menambahkan sedikit suara seperti lagu From the Ritz to the Rubble dan The View from the Afternoon. Rahasia ini dimainkan di Sheffield Leadmill pada 10 Februari 2007, debut lagu-lagu baru tujuh (enam dari Favourite Worst Nightmare) dan satu lainnya. Tinjauan awal dirilis sangat positif, dan menggambarkannya sebagai "sangat, sangat cepat dan sangat, sangat keras". Sementara itu, band terus mengambil penghargaan dari seluruh dunia, yaitu Best New Artist di Amerika Serikat di PLUG independen Music Awards, penghargaan "Album of the Year" di Jepang, Irlandia dan Amerika Serikat, penghargaan untuk "Best Album" dan "Terbaik musik DVD" di 2007 NME Awards. Mereka berakhir tahun oleh "Best British Band" dan "Best British Album" pada 2008 BRIT Awards.Untuk tahun kedua berturut-turut, band dinominasikan untuk Mercury Prize tahunan, meskipun mereka gagal untuk mencocokkan mereka dengan tahun 2006.
Pada 29 April 2007, Favourite Worst Nightmare masuk pada pada no.1 di "UK Album Charts". Semua 12 lagu dari album ini masuk ke "200 UK Single Charts" Pada 27 April 2007, mereka memiliki total 18 track di atas 200. "Fluorescent Adolescent" dan "505" masing-masing masuk grafik di atas 75, No. 60 dan No. 74 . Band ini kemudian merilis "Fluorescent Adolescent" dan masuk "UK Single Charts".

Singel ketiga dari Favourite Worst NightmareTeddy Picker dirilis pada 3 Desember 2007. Ini masuk "UK Single Charts" di urutan no.20. Sebelum rilis ini band ini merilis jumlah yang sangat terbatas 250 vinil dengan nama samaran The Death Ramps yang berisi dua dari sisi-b dari "Teddy Picker" .

Arctic Monkeys ikut Glastonbury Festival pada 22 Juni 2007, yang disiarkan pada BBC2. Saat konser ini mereka mengajak Dizzie Rascal dan mengkover lagu soundtrack James Bond milik Shirley Bassey Diamond Are Forever Band juga bermain sebuah pertunjukan besar di Dublin Malahide Castle pada 16 Juni 2007. Band juga direncanakan untuk bermain Festival musik batas kota Austin pada bulan September 2007. Festival lainnya di Eropa termasuk Rock Werchter pada tahun 2007. Band dimainkan dua pertunjukkan di Cardiff International Arena pada 19 dan 20 Juni 2007 yang didukung oleh teman-teman lokal dari band, Mereka juga bermain dua pertunjukan London di Alexandra Palace pada tanggal 8 dan 9 Desember 2007. Pada 1 September 2007 band bersikeras mengambil hari berlibur ke Ibiza untuk bersenang - senang . Mereka tampil di depan 700 orang di bar di tepi pantai. Band memainkan pertunjukan terakhir mereka Tour pada 17 Desember 2007 di Manchester Apollo, yang difilmkan untuk DVD live At The Apollo yang dirilis di bioskop-bioskop tahun berikutnya.



Humbug (2008–10)



Setelah beristirahat singkat selama berkeliling dan direkam dengan proyek lainnya The Last Shadow Puppets bersama Miles Kane, band ini mencatat total 24 lagu, 2 dalam sesi rekaman di Rancho De La Luna dengan Josh Homme, di awal musim gugur, 2008. dan 12 di New York sesi rekaman dengan James Ford di musim semi, 2009, mengikuti tur Januari mereka dari Selandia Baru dan Australia. Selama tur ini, menyanyikan Crying Lightning , Pretty Visitor , Dangerous Animal , dan Potion Approaching(yang di kenal dengan lagu Go - Kart) dengan debut langsung di tur mereka. Dalam sebuah artikel Tinjauan pada ClashMusic.com, penulis Simon Harper mengklaim bahwa band ini memiliki "Melawan harapan dari yang dunia harapkan".
Pada situs yang sama, Alex Turner mengungkapkan bahwa band telah mendengarkan Nick CaveJimi Hendrix dan Cream saat menulis album baru. Humbug ini dirilis pada 19 Agustus 2009, dan seperti kedua pendahulunya, album langsung pergi ke no.1 "UK Albums Charts". Single pertama mereka "Crying Lightning" di rilis pada 6 Juli 2009 melalui iTunes. Pada 12 Juli 2009, single "Crying Lightning" berada di posisi no.12 di UK Singles Charts,dan no.1 di UK Indie Charts. Sementara Single mereka yang kedua"Cornerstone" dirilis pada 16 November 2009 yang banyak menuai kritik, Arctic Monkeys pun makin meredup, namun pencapaiannya membuat lagu ini diam di no.94 UK Single Charts.
Pada bulan Februari 2010, mereka merilis single ke-3 mereka,yakni "My Propeller" (seharusnya single Pretty Visitors yang di rilis).
Arctic Monkeys memulai Tur Humbug dunia mereka pada Januari 2009 termasuk tampil di Reading and Leeds Festival. Mereka tampil di Serbia, Amerika Utara , Kanada, dan masih banyak lagi. Mereka menghentikan turnya di Mexico pada 22 April 2010.

Suck It and See (2011–12)



Majalah Inggris NME melaporkan pada bulan Januari 2011 bahwa band ini akan bekerja sama dengan produser James Ford sekali lagi, dan akan merilis album studio keempat di akhir musim semi. Q magazine melaporkan bahwa album mereka ke-4 "Lebih mudah dihafal" dibandingkan Humbug. Album ini direkam di Sound City Studios,Los Angeles, pada tahun 2010 dan 2011.

Pada 4 Maret 2011, mereka menyebut salah satu lagu di situs mereka "Brick By Brick" dengan vokal oleh Matt Helders. Helders menjelaskan bahwa ini bukanlah satu, hanya membuat orang penasaran tentang album baru mereka. Pada 10 Maret 2011 band mengungkapkan album ini diberi nama "Suck It And See" dan dirilis pada 6 Juni 2011.

Album keempat mereka merilis single pertama "Don't Sit Down, 'Cause I Moved Your Chair" dirilis pada 11 April, dan Brick By Brick sebagai B-Side. Pada 17 April, single ini masuk no.29 UK Singles Charts. Band memperbolehkan penggemar mereka untuk mendengarkan seluruh album di situs web mereka, sebelum memutuskan tentang membelinya atau tidak.

Suck It And See dirilis pada 6 Juni 2011 dan langsung masuk no.1 UK Album Charts,dan membuat Arctic Monkeys menjadi band yang kedua dalam sejarah untuk debut empat album berturut-turut di UK Album Charts.

Single Ke-2 mereka "Hellcat Spangled Shalalala" di rilis pada 14 agustus. single mereka seharusnya di rilis lebih cepat , tapi karena album mereka paling banyak di curi pada saat kerusuhan London 2011, produsernya pun mengundurkannya.

Pada Oktober 2011,mereka merilis single ke-3 mereka yakni "Suck It And See" dengan menampilkan Matt Helders dan Brena McDow dalam video tersebut. Pada bulan Juli 2011, mereka merilis EP saat konser iTunes London Festival 2011.
Arctic Monkeys memulai pada Mei 2011 mengikuti Benicassim Festival 2011 bersama The Strokes, Arcade Fire,dan Primal Screams. Mereka mengkonfirmasi pada 7 Februari bahwa mereka bermain di Don Valley Bow bersama Miles Kane, Anna Calvi, Dead Sons dan Mabel Love. Mereka bermain di Lollapalooza pada 5–7 Agustus 2011. Pada tanggal 21 Agustus, mereka juga bermain Lowlands,Belanda.
Pada 27 Oktober, mereka merilis video baru "Evil Twin" yang menjadi B-side Suck It and See "Black Treacle" dirilis pada 23 Januari 2012.


AM (2013-sekarang)






Pada 26 Februari 2012, mereka merilis single "R U Mine?" di Youtube. Dan merilis lagu Electricity sebagai B-sidenya. Pada AM Tour perdana di selenggarakan di Ventura,California 22 Mei 2013. Mereka menyanyikan lagu debut, yakni Do I Wanna Know?. Mereka juga melakukan hal yang sama ketika konser di Houston, Texas pada 1 Juni 2013. Namun, ketika mereka menyayambangi Hultsfred Festival di Swedia, mereka menyanyikan lagu Mad Sounds, 14 Juni. 4 hari kemudian mereka merilis video klip Do I Wanna Know? lewat Facebook mereka.

Pada 29 Juni, mereka mengumumkan nama album mereka adalah AM yang dirilis 9 September 2013. Mereka berkolaborasi dengan Josh Homme dari Queen of the Stone Age, Pete Thomas dan Bill Ryder-Jones. Mereka juga tampil di Glastonbury festival pada 28 Juni dan membawakan Mad Sounds dan Do I Wanna Know.

Pada 11 Agustus, mereka merilis lagu "Why'd You Only Call Me When You're High?" dengan B-side Stop The World I Wanna Get Off With You. Lagu ini masuk ke UK Single Charts Top 10 di urutan no.8 sejak Fluorescent Adolescent pada 2007.

Pada perilisan album "AM" tanggal 9 September 2013 dijual sebanyak 157.000 copy album. Mereka juga membuat rekor dalam sejarah permusikan Indie. Yakni band indie pertama yang berhasil menempati UK Album Charts no.1 secara 5 album berturut-turut. Mereka di nominasikan dari 3 kategori Mercury Prize 2013. Dan memenangkan Best British Group dan Best Album of the Year untuk Brits Awards 2014.




Dan...
Album mereka favorit saya adalah.... HUMBUG!
Humbug era was the best.




Prediksi Teknologi dari Film Back To The Future II

0 comments


Sekilas tentang film, Back to the Future II adalah film yang berkisah tentang Marty McFly dan Dr. Emmett Brown yang datang ke masa depan, pada tanggal 21 Oktober 2015, dari masa lalu yakni sekitar tahun 1985 dengan menggunakan mobil mutakhir yang dinamai DeLorean Time Machine. Di masa depan, menurut versi film ini, teknologinya sudah super canggih di antaranya mobil terbang, skateboard terbang, sepatu yang bisa mengikat sendiri, dan beberapa lainnya.


DeLorean Time Machine


Namun, apakah teknologi yang ada di film itu benar-benar terwujud pada 21 Oktober 2015 dalam versi dunia nyata? Simak yang berikut ini!


Kacamata Pintar

Marty McFly memiliki sebuah kacamata hitam besar yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas telepon. Nah, ternyata teknologi itu sudah ada pada saat ini yakni Google Glass. Google Glass adalah teknologi kacamata pintar buatan Google yang memungkinkan penggunannya untuk melakukan beragam aktivitas mudah yang biasa dilakukan oleh smartphone.



Televisi Layar Datar

Jika mengacu pada tahun pembuatan film ini yaitu sekitar tahun 1989, maka seluruh televisi yang ada di dunia ini memiliki ukuran yang besar dan layar yang cembung. Di film diperlihatkan bahwa pada tahun 2015, teknologi televisi sudah jauh lebih baik yaitu berlayar datang dan bisa digantungkan di dinding. Kenyataanya, di zaman sekarnag ini, teknologi televisi layar datar memang benar terwujud yang mana pengguna bisa menggantungnya di manapun mereka mau.



Komputer Tablet

Di film ini, Dr. Emmett Brown selalu membawa-bawa komputer dengan desain tablet kemanapun ia pergi, khususnya saat bekerja. Di tahun 2015, komputer tablet merupakan barang biasa yang digunakan oleh masyarakat untuk mendukung keseharian dalam bekerja. Imajinasi sekaligus predisksi yang sangat tepat. Apakah ini kebetulan?



Video Converence

Ada sebuah adegan di Back to the Future II yang menampilkan Marty McFly sedang berbincang dengan Douglas J dan Ito Fujitsu dengan menggunakan teknologi video converence melalui televisi. Mungkin sesuatu yang mustahil bagi teknologi tahun 1980an, namun saat ini dengan fitur FaceTime yang terdapat di aplikasi Skype, semua orang bisa melakukan video call atau video conference seperti di film tersebut.




Pendeteksi Wajah

Salah satu alat canggih Dr. Emmett adalah teropong yang bisa mendeteksi wajah seseorang. Dengan teropong itu, pengguna bisa mendeteksi posisi dari objek. Zaman sekarang, teknologi pendeteksi wajah (face recognition) sudah tercipta yang mana pengguna bisa menemukannya di fitur Facebook photo, dan kamera di ponsel pintar, atau model kamera digital terkini.





Pendeteksi Sidik Jari

Di filmnya, teknologi pendeteksi sidik jari (fingerprint recognition) dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dan juga membuka pintu. Teknologi seperti itu juga sudah terwujud di masa sekarang yang mana kantor ane pun telah menerapkan pendeteksi sidik jari untuk membuka pintu dan absensi karyawan.



Online Banking

Saat ini, banyak transaksi dilakukan dengan fitur online banking yang ditawarkan oleh setiap bank di dunia, khususnya di Indonesia. Namun sebelum fitur itu ada, ternyata di Back to the Future II ada adegan yang memperlihatkan sang tokoh utama melakukan pembayaran dengan memasukkan kartu bank ke sebuah pembaca (reader) di rumahnya. Ternyata lagi-lagi, film ini dapat memprediksi akan datangnya layanan yang mempermudah proses pembayaran tersebut.



Teknologi Film 3D

Ketika sampai di masa depan, Marty McFly datang ke sebuah bangunan bioskop yang menampilkan film berjudul Jaw 19. Secara mengejutkan muncul sesosok hiu raksasa yang ingin memakan Marty hidup-hidup yang mana Marty begitu terkejut hingga tidka bisa melarikan diri. Ternyata itu hanyalah teknologi film 3D yang saat ini sudah banyak digunakan di gendung-gendung bioskop dunia. Bedanya, di film ini tidak perlu menggunakan kacamata 3D.




Motion Control Video Game

Ini yang paling seru bagi gamers yaitu video game yang bisa dikendalikan dengan kontrol gerakan. Di Back to the Future II diceritakan di sebuah game center terdapat arcade game berjudul Wild Gunman yang mana gamers dapat memainkan game tersebut dengan kontrol pistol yang diarahkan ke layar monitor. Saat ini, teknologi game serupa juga sudah ada yakni serial arcade game Time Criss. Selain itu, beberapa konsol seperti PlayStation 3, Xbox 360 dan Wii U juga sudah mengimplementasikan fitur dengan kontrol gerak dengan menggunakan alat khusus seperti KINECT, PS Move, dan Wii Remote.




Sepatu Yang Bisa Mengikat Sendiri

Terakhir, sepatu yang bisa mengikat sendiri. Inilah penemuan fenomenal yang membuat para penggemar Back to the Future II jadi 'ngiler' pada zaman itu. Keren banget kan?! Meski demikian, masih sedikit orang yang mengetahui kabar bahwa saat ini produsen sepatu olahraga, Nike, telah membuat penemuan berupa sepatu yang dapat mengikat sendiri yang menyesuaikan dengan ukuran kaki penggunanya. Kerennya, Michael J. Fox sebagai pemeran dari Marty McFLy adalah orang pertama yang memiliki sepatu itu. Rencananya, produksi masal untuk sepatu tersebut pada 2016.





Dan... ini Mind Blowing fact...

Setelah 21Oktober 2015, maka....


 


The Real Rocket Man

0 comments
The Real Rocket Man – Teknologi yang memungkinkan manusia terbang di angkasa



Sang Creator




Yves Rossy (lahir 27 Agustus 1959 di Neuchâtel) adalah seorang pilot Swiss, penemu dan pencipta alat yand dapat membawa manusia terbang diangkasa. Ia adalah manusia pertama yang terbang diangkasa secara berkelanjutan dengan menggunakan sayap bertenaga jet yang terikat di punggungnya. Ia dijuluki sebagai, Jetman, Rocketman dan, kemudian, selanjutnya Fusionman, julukan ini diberikan masyarakat didunia kepadanya.

Selama beberapa dekade, Yves Rossy sangat berkeinginan untuk terbang seperti burung, dengan peralatan yang minimal tetapi mampu untuk membawa dirinya terbang keangkasa.

Setelah prototipe skysurf (1993-1998), wingsuit dan inflatable wing (1999-2003), ia memiliki ide untuk menciptakan model sayap yang menggunakan mesin jet. Perusahaan Jerman Jet-Cat memasok mesin yang awalnya melekat sayap inflatable. Metode ini gagal karena kurangnya kekuatan dari sayap.

Pada tahun 2004 Yves Rossy menciptakan sayap yang kuat sepanjang 3m menggunakan bahan karbon. Saat itu adalah masa yang sulit untuknya untuk menciptakan alat tersebut. Ia bekerja dan memikirkan pemecahan dalam masalah mengenai peningkatan sistem kekuatan sayap dan aerodinamika sayap untuk meningkatkan stabilitas untuk sayap yang ia ciptakan.

Pada tahun 2005, ia menyelesaikan dua penerbangan sukses dengan menggunakan sayap dilengkapi dengan dua mesin jet . hari-hari yang sangat panjang dengan kerja keras hingga penambahan dua mesin jet ditambahankan untuk sayap agar dapat mencapai tingkat kinerja dan keamanan yang diperlukan. Prototipe sayap dengan 4 mesin jet, dipandu dengan gerakan tubuhnya, memungkinkan kestabilan dalam penerbangan. Ini adalah penerbangan dari bulan November 2006, di Bex, mimpi yang berlangsung 5 menit dan 40 detik.

Sejak itu, Yves Rossy telah melatih terus-menerus dalam rangka mengoptimalkan sayap-Nya. Dia meningkatkan rentang sayap untuk terbang melintasi Selat Inggris dari Calais (Perancis) ke Dover (Inggris) pada September 2008.

Yves sekarang bekerja dengan prototipe barunya, lebih kecil dan lebih kuat, yang akan memungkinkan lepas landas dari tanah dan lebih banyak kebebasan untuk aerobatics!


Spesifikasi Alat




Profil Alat




Yves Rossy selalu mendedikasikan semua waktu luangnya untuk penerbangan dan selalu bereksperimen pada kegiatan tersebut. Tujuan dari eksperimen tersebut ialah untuk mewuudkan impiannya yaitu untuk mencoba untuk terbang dengan cara sealami mungkin, dengan tidak menggunakan mesin yang rumit dan tidak menggunakan perlengkapan seperti pesawat terbang. Karena itu ia tertarik pada dunia terjun bebas, dan bereksperimen dengan metode trial and error dengan semua cara yang dapat memungkinkan ia untuk bertahan lebih lama di udara dan mengontrol kendali pada lintasannya, untuk itu ia telah mekakukan eksprimen diudara dengan: surfing dan terjun diudara. Namun setelah ia mencoba ia masih belum merasa puas,lalu ia menciptakan perlengkapan terbangnya berupa sayap pertamanya, terbuat dari rigid harness and inflatable wing panels, lalu ia mengikatkan tali ke punggungnya untuk performance kerja sayap dan semua upaya lain agar tidak "jatuh ke depan" yang ada pada saat itu.

Langkah natural berikutnya ialah untuk mendapatkan kebebasan saat berada diangkasa yaitu dengan membuat sayap kuat dan dinamis dan menambahkan mesinnya jet pada sayap tersebut. Yves menjatuhkan pilihan mesinnya pada model turbin jet, pada awalnya ia menggunakan 2 turbin jet, yang memungkinkan dia menemukan cara untuk melakukan penerbangan pada tahun 2005, dan kemudian selanjutnya ia menggunakan 4 turbin jet yang sampai sampai akhirnya dapat menaklukkan angkasa pada tahun 2006 – tidak menggunakan ruangan,kontrol mekanik serta instrumen yang ada seperti pesawat, tetapi ia benar-benar terbang seperti burung selama 10 menit pada satu waktu, dengan tidak menggunakan apapun hanya dengan tubuh dan perasaanya, mengambang seperti sayap yang menempel pada punggungnya, sehingga ia bahkan tidak merasakan bahwa ia sedang terbang. akhirnya jerih payahnya menghasilkan hasilnya setelah hamper 10 tahun untuk pengembangannya pada lebih dari 15 prototipe dngan alat keselamatan, dan kontrol throttle navigator kecil di tangannya.

Sejak itu, Yves Rossy telah melatih terus-menerus untuk mengoptimalkan penanganan sayap-Nya dan kinerja. Upaya ini dihargai untuk kali pertama pada bulan Mei 2008 di depan pers di seluruh dunia dengan penerbangan resmi pertama di atas Pegunungan Alpen Swiss.

Pada bulan September 2008, ia dikenal sebagai JETMAN mengikuti jejak Louis Blériot, mencapai sebuah penerbangan menakjubkan yang disiarkan langsung ke 165 negara dan diliput secara luas oleh pers di seluruh dunia. Yves Rossy menjadi legendaris - bahkan jika semua didaratan ini disibukan dengan transportasi untuk berangkat ketempat pekerjaanya, ia cukup menggunakan alatnya untuk pergi kemanapun ia inginkan.

Sejak saat itu, ia telah menciptakan bentuk sayap terbarunya dengan stabilitas dan control yang lebih baik, memimpin formasi penerbangan pertama dan demonstrasi akrobatik di tahun 2010!




sumber: amrysalim (Kaskus.co.id)
 
Copyright © Nabila Ramadhani Blogger Theme by BloggerThemes & newwpthemes Sponsored by Internet Entrepreneur